Sabtu, 08 April 2023

#PersikMindfullness

Bismillah

Alhamdulillah selesai juga mengikuti perkuliahan Persik, dan materi ke-3 tentang Jurnal yang dibawakan oleh mba Una melengkapi perjalanan saya mengenal diri sendiri.
Dulu waktu saya kecil saya suka menulis diary, tapi setelah dewasa kebiasaan itu saya tinggalkan.
Ternyata menulis bisa merelease emosi baik emosi positif apalagi yang negatif.
Saya mulai membuat jurnal Self love sejak hari Rabu, ini salah satu jurnal yang saya tulis hari ini.



Refleksi dari menulis jurnal ini berdasarkan respon eror yang sedang saya latih menjadi respon level up dan lintasan pikiran negatif dan positif, ternyata saya bisa menuliskan afirmasi positif untuk diri sendiri dan menuliskan pula harapan dan do'a. Rasanya menulis membuat saya bersyukur atas kejadian yang sedang saya alami, walaupun kejadian tersebut awalnya menyedihkan, menyebalkan, membuat marah atau kecewa.
Awalnya menulis memang bingung, inget pesen mba Una tulis aja apa yang ada dipikiran termasuk saya bingung mau nulis apa, saya tulis aja seperti itu sampai saya inget kejadian hari ini yang ingin saya ceritakan. Mba Una bnar, walaupun awalnya bingung atas kuasa sang Maha Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Ya Rohman, Ya Rohim yang menuntun saya untuk menulis mengalir begitu saja.

Terima kasih banyak buat ketiga narasumber mba Michelle, teh Prita dan mba Una atas ilmu yang bermanfaat yang membuat saya bisa mengenal diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Bangkit dari keterpurukkan perasaan yang melelahkan diri ini.
Terima kasih banyak pada panitia Persik, Ibu Pembaharu dan Institut Ibu Profesional yang telah membuat program keren yang membantu para perempuan untuk memiliki kesehatan mental dengan mengenali dirinya sendiri.
Jazakunallah Khoiron
Barokallahu fiik

#mindfulnessjourney
#journalingpersik
#PerSikIIP
#institutibuprofesional
#ibupembaharu
#darirumahuntukdunia
#ibuprofesionaluntukindonesia
#BersinergiJadiInspirasi
#IP4ID2023

@rusna_meswari
@ibupembaharu
@institut.ibuprofesional

Rabu, 05 April 2023

#ProjekMapFamily

Bismillah

Semalam tanggal 04 April 2023, belanja STOKIS ke-6 masuk Ramadhan malam ke 14, belanja kali ini ga terlalu banyak karena pekan depan rencana mau i'tikaf khawatir kebanyakan ga ke masak malah mubazir.
Alfie dan Humeid ga ikut projek belanja tadi malam karena mereka sholat tarawih di dekat rumah.
Ini link daftar belanja:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/10AjL1Ntwwfm66f0jaEOdvFpr1UIByozd-j4TE94vmO0/edit?usp=drivesdk

Ini link dokumentasinya:

https://drive.google.com/file/d/1pEVj4X1Lugcj6XM3g_D6FZOx_wYO51o2/view?usp=drivesdk




#Stokis
#MapFamily
#AHomeTeam

#ProjekMapFamily

Bismillah

Saya baru sempat mendokumentasikan belanja STOKIS tanggal 24 Maret 2023. Kali ini belanjanya lebih banyak dari biasanya karena sudah masuk Ramadhan. Seperti biasa tim komplit ikut semua, nyetok belanjaan mundur dari schedule karena toko sayurannya malam pertama Ramadhan tutup. Akhirnya beberapa hari yang lalu saya masak sisa STOKIS pekan sebelumnya sampai habis dan sempat ga masak karena STOKIS habis akhirnya beli lauk mateng.
Ini link daftar belanja:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/10AjL1Ntwwfm66f0jaEOdvFpr1UIByozd-j4TE94vmO0/edit?usp=drivesdk

Masuk projek bulan kedua ini saya hanya berupa pdf, linknya sebagai berikut:

https://drive.google.com/file/d/1p8sD5h1bhgBPBmZTat81aPHsyS6G8mzO/view?usp=drivesdk





#Stokis
#MapFamily
#AHomeTeam.

Sabtu, 01 April 2023

#PersikMindfulness

Bismillah
    Alhamdulillah masuk materi kedua dari teh Prita tentang Mengenali Bagian Diri Melalui Lintasan Pikiran, sebagai upaya reparenting. Selama 5 hari ini setelah pekan lalu saya belajar berlatih respon eror ternyata membantu saya untuk berpikir sejenak ketika akan berucap dan berperilaku kepada orang-orang disekitar saya terutama keluarga tercinta. Dan karena saya sedang main di rumah orang tua, suami di rumah.
Saya hanya menulis beberapa kejadian yang saya sadar ketika lintasan pikiran negatif saya muncul.



Selama ini saya banyak melakukan kesalahan terutama kepada suami dan anak-anak, khususnya anak pertama. Dari diskusi Wag di kelas Persik bersama teh Prita. Alhamdulillah saya mulai menyadari perubahan pikiran saya saat ini:
Dan ini saya copy paste jawaban dari teh Prita yang mengingatkan saya untuk reparenting terhadap anak-anak:

- Kebutuhan dasar anak yang tidak terpenuhi secara *berulang-ulang* itulah yang akan membuat anak 'salah menerjemahkan kehidupan'.
jadi jika suatu kebutuhan tidak terpenuhi karena situasi-situasi tertentu, itu tidak serta merta jadi skema maladaptif.

tidak terpenuhinya kebutuhan *secara berulang* akan memunculkan skema maladaptif (ketidak mampuan seseorang untuk menyesuaikan diri).

semakin kuat skema maladaptif (yang biasanya muncul karena trigger tertentu dan ngga ada yang 'memutuskan' skema itu) maka akan menjadikan seseorang punya maladaptif coping (ya bisa dibilang penyelesaian masalah yg kurang tepat atau healing semu ini)

jadi munculnya skema maladaptif ini dari kecil.
dan makin kuat seiring bertambahnya usia, ketika bertemu triger dan ngga ada yang memutus itu tadi.

selagi anak belum Aqil baligh, masih lebih mudah untuk terus memberikan kebutuhan² sebagai upaya "membayar hutang"..
orang tua perlu sering bicara dengan anak untuk mengenali anak lebih dalam. perbanyak komunikasi dan mengisi kebutuhan dirinya.

sering tanya sama anak, gimana perasaannya hari ini, karena tiap anak itu berbeda² ada yg sekali momen dia udh ngerasa daleeem banget emosinya, ada yg perlu berkali² baru dalem tergantung karakter anaknya.
mudah²an dengan sering ngobrol, kita bisa membayar hutang tersebut.

Refleksi diri, saya mulai menyadari dan mengenal lintasan pikiran negatif saya atas kejadian yang saya alami dan mendengarkan juga lintasan pikiran positif yang berasal dari hati nurani yang membantu saya untuk memilih tindakan yang lebih baik. Kalau bicara tidak ceplas-ceplos lagi,  belajar tidak negatif thinking kepada orang lain khususnya orang-orang tercinta.

#mindfulnessjourney
#PerSikIIP
#institutibuprofesional
#ibupembaharu
#darirumahuntukdunia
#ibuprofesionaluntukindonesia
#BersinergiJadiInspirasi
#IP4ID2023

@undapritannisa
@ibupembaharu
@institut.ibuprofesional

Jumat, 31 Maret 2023

False celebration

Bismillah

    Alhamdulillah akhirnya sudah sebulan menjalankan proyek STOKIS dalam perjalanannya ada beberapa stok bahan masakan yang bungkus. Menjelang Ramadhan kami sekeluarga merayakan false celebration makan di kampung kecil, ga sengaja tetiba suami ngajak makan di luar. Perjalanan dari Cikarang menuju ke rumah, mampirlah kami sekeluarga ke tempat rumah makan yang baru buka.

Agar puasa kami fokus, ga perlu buka puasa di luar supaya bisa taraweh full.
Anak-anak dan saya senang makan di luar dengan menu yang enak.



#Stokis

#MapFamily

#Ahometeam

Sabtu, 25 Maret 2023

#PersikMindfullness

Ahad, 26 Maret 2023/ 04 Ramadhan 1444 H

Bismillah.

    Selasa tanggal 21 Maret 2023 kulzoom pertama Persik Mindfullness yang di isi oleh narasumber mba Michelle Ronida, sayangnya saya tidak menonton live karena ada kulzoom dari Dapur Ibu Bersama dengan BPOM.
Saya baru sempat menyimak rekamannya hari rabu pagi, mengenali diri secara utuh.
Siapa yang mengenali seseorang dengan baik maka dia akan menyayangi orang tersebut tidak ingin membuat orang yang disayanginya terluka dan tidak membuatnya takut. Kalau mba Michelle mencontohkan Panji pawang ular, Panji mengenali ular yang berbisa dan tidak sehingga Panji terlindung dari bahaya bisa ular. 

Begitu juga dengan mengenali diri sendiri,  maka muncul kecintaan terhadap diri sendiri yang membuat seseorang bisa percaya diri tidak dihantui rasa bersalah, bingung, resah, takut, dsb dan bisa mengontrol diri dengan lebih baik.

Keluhan fisik yang kadang menjadi penyakit ternyata berhubungan dengan emosi.
Pada kulzoom bersama  inilah saya belajar mengenal emosi khususnya emosi negatif yang tidak bisa dikendalikan.
Saya belajar berlatih mindfulness alias fokus saat melakukan sesuatu.
Saya yang kadang marah terutama ke anak-anak jika mereka melakukan sesuatu yang menurut saya tidak baik atau tidak sesuai keinginan saya, atau kesal dengan pasangan yang kadang tanpa sebab. Dan saya tidak mengerti mengapa saya seperti itu, setelah marah atau kesal saya hanya bisa menyesali diri, menyalahkan diri karena telah menyakiti orang lain dan hati sayapun terluka walaupun pada akhirnya saya yang meminta maaf kepada orang-orang tercinta akan sikap saya.
Disinilah saya belajar respon emosi, khususnya respon eror jadi selama ini saya sering melakukan respon eror dan 5 hari ini saya belajar berlatih terhadap emosi negatif yang saya rasakan dengan respon level up.
Selama 5 hari ini saya melakukan deteksi respon eror dari tabel yang diberikan teh Michelle dengan menulisnya di kertas HVS yang saya tempel di dinding, saya bisa melihat respon eror apa yang saya lakukan, pemicunya, keluhan fisik, penyebab utama dan bagaimana respon level up yang saya lakukan terhadap pemicu tersebut.

Ini tabel deteksi respon eror saya, sebelum puasa masih banyak respon erornya:



Refleksi saya selama 5 hari ini setelah menuliskan di form deteksi respon Eror, Alhamdulillah saya mulai menyadari apa yang akan saya lakukan ketika rasa amarah atau kecewa datang, saya bisa melihat apa yang saya lakukan ketika marah mengingat-ingat respon level up yang sudah saya tulis. Dan mengetahui penyebab utama kenapa saya marah, ada yang berubah pada diri saya setelah proses mengenali diri sendiri ini bahwa saya bisa mengontrol emosi negatif baik ketika marah, kesal, kecewa tidak sesuai ekspektasi dengan tidak meledak-ledak. Melepaskan emosi negatif tersebut dengan mengenali sinyal-sinyal yang ada pada diri saya berupa keluhan fisik dan memberikan jeda untuk diri sendiri seperti menjauh dari hal-hal yang membuat saya marah, berlatih napas sadar, mengucap ta'awudz memohon perlindungan kepada Allah agar saya diberikan kesabaran.

Terima kasih kepada panitia Persik dan Mba Michelle Ronida atas ilmu yang sangat bermanfaat ini yang banyak membantu seseorang mengenali dirinya, membantu saya untuk bangkit dari perasaan yang selalu membuat saya merasa bersalah. Semoga Allah Ta'ala memberikan balasan berupa pahala kepada teman-teman yang menyelenggarakan Persik ini khususnya kepada narasumber menjadi ilmu yang terus mengalir. Aamiin Allohumma Aamiin

#mindfulnessjourney
#PerSikIIP
#institutibuprofesional
#ibupembaharu
#darirumahuntukdunia
#ibuprofesionaluntukindonesia
#BersinergiJadiInspirasi
#IP4ID2023

@michelleronida
@ibupembaharu
@institut.ibuprofesional